Rabu, 03 Agustus 2016

Tugas Kedua: Ekonomi Manajerial (EKMA4312).


Soalnya :

1.      Apa yang dimaksud dengan surplus konsumen!
2.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan diskriminasi harga derajat 2 dan berikan contoh!
3.      Jelaskan ketiga derajat harga dibawah ini, apabila produk tersebut masuk dalam pasar monopoli





Jawabannya :

1.      Yang dimaksud dengan surplus konsumen, adalah : selisih di antara harga tertinggi dari kemampuan terhadap konsumen untuk meminta sejumlah barang dengan harga pasar yang lebih rendah dengan jumlah barang yang diminta lebih besar.


2.      Yang dimaksud dengan diskriminasi harga derajat dua (2), adalah :  diskriminasi harga berdasarkan varian permintaan karena tingkat akumulasi konsumen.


Contoh diskriminasi harga derajat dua (2), adalah :  

  1. Pembedaan tarif listrik antara industri, rumah tangga, dan tarif untuk kepentingan sosial.

  1. Pembedaan antara harga pizza, yaitu : bagi orang yang membeli satu pizza, paket menengah pizza, dan paket banyak pizza. 



3.      Penjelasan dari ketiga derajat harga diatas, yaitu :

Pada semua tingkat harga, permintaan D1 lebih tinggi dibanding permintaan D2 . Kurva pendapatan marjinal D1 dan D2 masing – masing adalah : MR1 dan MR2. Produsen menjumlahkan kedua kurva permintaan menjadi kurva permintaan total (DT). Kurva pendapatan marjinal DT adalah : MRT. Output optimal produsen adalah : 20. Produsen tidak menjual produknya dengan harga : 6 dikedua pasar. Harga jual di pasar 1 adalah : 10 dan di pasar 2 adalah : 4. Pendapatan di pasar 1 adalah : 100 dan pendapatan di pasar 2 adalah : 40. Jadi pendapatan dengan melakukan diskriminasi harga derajat tiga adalah : 140. Pendapatan ini lebih besar dibanding apabila perusahaan menjual produknya dengan satu harga dikedua pasar tersebut, yaitu : 100. Produsen tidak bisa menjual produknya di pasar 2 dengan harga : 6.

Pada prisipnya, diskriminasi harga derajat tiga produsen memberikan harga sebuah produk sesuai dengan tingkat permintaan segmen pasar.


Referensi :

Sunaryo, T. 2014. Ekonomi Manajerial. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.

TUGAS 3 (KETIGA) : EKONOMI MANAJERIAL (EKMA4312).



       Yang diberikan dosen berupa dokumen materi tugas, yaitu sebagai berikut :



  1. Jelaskan yang dimaksud Manajemen risiko yang paling banyak digunakan (menjadi best practice)

Jawabannya :

Manajemen risiko yang paling banyak digunakan menjadi best practice, adalah : praktek terbaik yang dilakukan manajemen risiko, untuk mengidentifikasi resiko, mengukur resiko, dan membentuk strategi untuk mengelola resikonya melalui sumber daya yang tersedia, salah satu caranya, adalah : menyediakan cadangan untuk menopang kerugian.


2.      Bagaimana cara mengurangi risiko untuk meningkatkan daya saing


Jawabannya :

       Cara mengurangi risiko untuk meningkatkan daya saing :

1.      Dengan hedging.

2.      Dengan incoporated, yang merupakan : bentuk transfer risiko bagi individu mengingat  dengan pembentukan perusahaan kewajiban pemegang saham dalam perseroan terbatas hanya terbatas pada modal yang disetorkan. Kewajiban tersebut tidak akan sampai kekekayaan pribadi. Secara efektif, sebagian risiko perusahaan ditransfer kepihak lain, dalam hal ini biasanya kreditur (pemegang hutang). Jika perusahaan bangkrut, maka pemegang saham dan pemegang hutang akan menanggung risiko bersama, meskipun dengan tingkatan yang berbeda.

3.      Dengan asuransi, merupakan : kontrak perjanjian antara perusahaan asuransi dengan yang diasuransikan oleh perusahaan yang ingin mengurangi risiko, dimana asuransi bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami pihak yang diasuransikan, dan pihak pengasuransi memperoleh premi asuransi sebagai balasannya.


3.      Bagaimana Kinerja perusahaan menurut Sharpe diukur dengan 

Jawabannya :

Cara kinerja perusahaan menurut sharpe diukur dengan : sharpe’s ratio. Sharpe’s ratio, adalah : ukuran kinerja instrumen investasi, premi risiko dalam persentase dibagi dengan risiko instrumen tersebut, diukur dengan deviasi standar return investasi. Sharpe’s ratio menggunakan input returns dan volatilitas-nya.
Cara mengukur dengan sharpe’s ratio atau rumus sharpe’s ratio, yaitu :



SR = r-rf
          or 
Dimana :
r     : returns dari investasi,                            misalnya : return sebuah saham atau nilai tukar
rf    : risk free rate, suku bunga tanpa risiko, misalnya :  suku bunga deposito atau sertifikat bank indonesia
or   : volatilitas returns.



4.      Manajemen risiko yang paling banyak digunakan (menjadi best practice) dan bagaimana cara penghitungannya.

Jawabannya :

Cara penghitungan manajemen risiko yang paling banyak digunakan menjadi best practice, yaitu :
Penyediaan dana dan cadangan tentu ada ongkosnya, yaitu sebesar opportunity cost suku bunga, bila dana tersebut disimpan di bank. Sebelum menyediakan cadangan, perusahaan bisa mengurangi risiko-nya telebih dahulu dengan melakukan hedging finansial.  


5.      Jelaskan hubungan antara kekayaan seseorang dengan tingkat utility-nya.

Jawabannya :

Hubungan antara kekayaan seseorang dengan tingkat utility-nya, yaitu :
Semakin besar kekayaan seseorang, semakin besar utility-nya atau kepuasan-nya. Namun, kenaikan utility atau kepuasan seseorang terhadap peningkatan kekayaan menurun


Referensi :

Sunaryo, T. 2014. Ekonomi Manajerial. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.

Tugas Ketiga: Ekonomi Manajerial (EKMA4312).


Soalnya :

1.    Bagaimana cara mengurangi risiko untuk meningkatkan daya saing ?

Jawabannya :

Cara mengurangi risiko untuk meningkatkan daya saing :

1.    Dengan hedging.

2.    Dengan incoporated, yang merupakan : bentuk transfer risiko bagi individu mengingat  dengan pembentukan perusahaan kewajiban pemegang saham dalam perseroan terbatas hanya terbatas pada modal yang disetorkan. Kewajiban tersebut tidak akan sampai kekekayaan pribadi. Secara efektif, sebagian risiko perusahaan ditransfer kepihak lain, dalam hal ini biasanya kreditur (pemegang hutang). Jika perusahaan bangkrut, maka pemegang saham dan pemegang hutang akan menanggung risiko bersama, meskipun dengan tingkatan yang berbeda.

3.    Dengan asuransi, merupakan : kontrak perjanjian antara perusahaan asuransi dengan yang diasuransikan oleh perusahaan yang ingin mengurangi risiko, dimana asuransi bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami pihak yang diasuransikan, dan pihak pengasuransi memperoleh premi asuransi sebagai balasannya.


2.    Bagaimana kinerja perusahaan menurut Sharpe ?

Jawabannya :

Kinerja perusahaan menurut sharpe, yaitu :
Sharpe’s ratio, adalah : ukuran kinerja instrumen investasi, premi risiko dalam persentase dibagi dengan risiko instrumen tersebut, diukur dengan deviasi standar return investasi. Sharpe’s ratio menggunakan input returns dan volatilitas-nya.


3.    Jelaskan yang dimaksud manajemen risiko yang paling banyak digunakan (menjadi best practice) dan cara penghitungannya.

Jawabannya :

Manajemen risiko yang paling banyak digunakan menjadi best practice, adalah : praktek terbaik yang dilakukan manajemen risiko, untuk mengidentifikasi resiko, mengukur resiko, dan membentuk strategi untuk mengelola resikonya melalui sumber daya yang tersedia, salah satu caranya, adalah : dengan menyediakan cadangan untuk menopang kerugian.

Cara penghitungan-nya :  penyediaan dana dan cadangan tentu ada ongkosnya, yaitu sebesar opportunity cost suku bunga, bila dana tersebut disimpan di bank. Sebelum menyediakan cadangan, perusahaan bisa mengurangi risiko-nya telebih dahulu dengan melakukan hedging finansial.


4.    Jelaskan hubungan antara kekayaan seseorang dengan tingkat utility-nya.

Jawabannya :

Hubungan antara kekayaan seseorang dengan tingkat utility-nya, yaitu : semakin besar kekayaan seseorang, semakin besar utility-nya atau kepuasan-nya. Namun, kenaikan utility atau kepuasan seseorang terhadap peningkatan kekayaan menurun


Referensi :

Sunaryo, T. 2014. Ekonomi Manajerial. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.